Senin, 29 Desember 2014

Hibernasi untuk Waktu yang Belum Bisa Ditentukan

Hfffttt... Hampir dua bulan lamanya gue ga nyentuh blog ini, 
sampe akhirnya gue sekarang balik sebentar cuma untuk bikin "excuse" why i haven't been here for so long..

Sebenernya ada beberapa cerita yang pengen banget gue post disini,
tapi untuk waktu deket-deket ini kayanya gue ga bisa..
Semacam ada border gitu deh di otak gue, jadi belom bisa fokus buat nge go Blog lagi.. hehe

Yang jelas, saat ini ada banyak hal yang tengah mendistraksi gue, bikin gue terdistorsi dan ga bisa fokus ke banyak hal, terutama hal yang gue suka.. apa banget bahasa gue -_-
Gue tengah berkaleidoskop ria tentang apa yang udah gue lalui selama ini, tentang gue yang sekarang, dan tentang gue yang kan datang,
Kalo diibaratin gue kaya seorang pengembara, yang suatu hari dia dihadapkan pada suatu jalan.
Awalnya ia ragu-ragu untuk mengambil jalan itu, tapi mau bagaimana lagi, ga ada jalan lain yang bisa dia ambil, ada tapi terlalu beresiko. Ternyata jalan itu berujung pada sebuah simpang lima. Sesampainya di sana dia kebingungan, jalan mana yang harus dia ambil. Akhirnya dia berhenti, kebingungan, hingga sampai saat ini ia masih berpikir keras akan jalan mana yang harus dia ambil... gubrakk random banget gue

Ya begitulah kurang lebih,,
Karna itu saat ini, gue tengah mencoba untuk meniti ulang jalan mana yang akan gue lalui, sampai nanti gue bisa menemukan jalan itu, saat itu pula gue bakal balik nge go Blog lagi kayanya.. fufu..
Doakan yaa

"somehow i feel down, though it's look strong outside but actually it's so brittle inside"

bye, and see ya..:')




Senin, 10 November 2014

Curhatan Pendakian Gunung Ciremai Chapter Akhir - Perjalanan Menuju Tanah Tertinggi Bumi Priangan

"Climb Mountains Not So the World Can See You
But So You Can See The World"

Hujan deras di hari pertama kita ngecamp bener-bener bikin kewalahan rombongan gue yang ada di tenda sebelah *di tenda gue sih nyenyak-nyenyak aja sebenernya, huehehe. Pas tidur, di tengah derasnya hujan, gue sempat mendengar suara debuman yang lumayan kenceng, tapi karna mata sudah terlalu lelah yaa gue pun lanjut tidur. Lewat tengah malam, masih di suasana hujan deras, sayup-sayup gue mendengar suara yang berasal dari luar tenda gue. Entah suara siapa, yang jelas suaranya manggil-manggil orang yang ada di dalem tenda gue gitu. Karna kita lagi lelap-lelapnya tidur waktu itu, awalnya ga ada yang nanggepin. Tapi tu suara masih kekeuh, manggil-manggil kita “yang di dalem ada yang bawa jas ujan gaa, pinjem dong kita kebanjiran ni di tenda sebelah”. Tau-taunya itu suaranya punya penghuni tenda sebelah. Akhirnya gue sama devy pun ke bangun nyariin jas ujan. Ternyata gara-gara hujan yang teramat deras, tenda sebelah kebanjiran sob. Banjirnya parah, airnya sampe bisa diciduk di dalem tenda katanya, sampe-sampe sendal gunung temen gue yang baru dibeli anyut ga ketemu, sebelah doang lagi. Ckck.. kesian ya mereka.
Akibat kondisi tenda yang tak layak huni, carrier-carrier mereka pun ditampung di vestibule tenda yang gue tempatin. Udah gitu mereka ngedrop dua orang pengungsi kedinginan kelas berat, mandella sama ikhwan. Bayangkan, kita pun harus melanjutkan malam dengan kondisi tenda yang idealnya menampung 4-5 orang, tapi karna darurat tendanya jadi diisi sama 7 orang, dimana 2 orangnya merupakan kelas berat plus 9 carrier. Luar biasa bukan?



Rabu, 22 Oktober 2014

Curhatan Pendakian Gunung Ciremai - Pendakian Tergalau..

Setelah melalui perjalanan panjang yang mendebarkan, akhirnya kita pun sampai di Kuningan, tepatnya di desa Mandirancan. Selama di kuningan kita dapet tempat bernaung gratisan, rumahnya Deny. Dateng-dateng pun udah di sambut sama sambel goreng kentang, opor *kalo ga salah*, dan tahu goreng. Yap, disinilah awal pertemuan gue dengan si Tahu goreng kuningan itu. Rasa tahu kuningan inilah yang kemudian menyisakan berjuta-juta kerinduan ketika gue angkat kaki dari kuningan. Haha, salah fokus.. 
Back to the topic, akhirnya kita pun stay dulu satu malam di sana sebelum memulai Pendakian ke Gunung Ciremai esok harinya.


“Li, treknya jelas kan ya.”
“Ya, lumayan si jelas, kenapa ka?”
“Udah li, lo duluan aja. Gue biar dibelakang sama Ojay gapapa. Nanti ketemuan di pos selanjutnya aja.”
“Engga ka, Ali emang di belakang.”
“Tapi gue ga enak Li, ketinggalan jauh banget sama yang lain.”
“Udah ka, santai aja. Nanti jalannya pelan-pelan aja sambil di atur napasnya.”

Selasa, 5 Agustus 2014
Paginya kita masih nungguin Ojay sama Adi dulu yang berangkat dari Cirebon. Sambil menunggu kedatangan mereka, kita gantian mandi trus repacking. Setelah Ojay dan Adi tiba, kita pun sarapan dulu. Ga ketinggalan, ada si Tahu kuningan pastinya.. hhehe,,

Kiri : Moan, Gue (nono), Adi, Ojay, Devy, Deny, Abu, Ali

Minggu, 28 September 2014

Curhatan Pendakian Gunung Ciremai - Prologue. Mereka Siapa?


Gunung Ciremai dilihat dari desa Mandirancan, Kuningan, Jawa Barat

Syifa, “Noo, sorry banget kayanya gue ga jadi ke ciremai”
Gue, “Kooo? Kenapa cip?”
Syifa, “Iya, soalnya waktunya ga memungkinkan”
Gue, “yaah, yaudah deh, kalo lo ga ikut gue ga jadi ikut juga”

Hai hai, kali ini gue mau berbagi cerita seputar pendakian “abal-abal”  gue ke Ciremai bulan Agustus lalu. Kenapa gue sebut abal-abal? Yaa gitu deh, baca aja cerita gue, nanti kalian juga akan menemukan sendiri benang merahnya..

Sabtu, 27 September 2014

Penerimaan


Awalnya dia pikir dia akan patah hati seperti para pecinta yang lain
Namun, setelah di tunggu-tunggu, rasa itu malah tak kunjung datang

Mungkin ini yang disebut sebagai tahap penerimaan
Penerimaan ketika cinta tak berpihak padanya, lagi

Lain ceritanya ketika keegoisan yang bertahta
takkan ada yang namanya penerimaan, yang ada hanyalah keharusan
ya, sebuah keharusan bagaimanapun caranya cinta itu harus jadi miliknya
seperti seorang pesakitan



Beruntunglah dia karna lebih memilih penerimaan, 
hingga dia tak sempat merasakan yang namanya putus cinta
Lagipula dia tak berhak untuk merasakan yang namanya putus cinta
karna sejak awal, dia hanya menyimpan rasa itu untuk dirinya
tak pernah sekalipun rasa itu tersampaikan

Kini dia tengah menatap masa depan
tak lagi menunggu lebih
tak lagi menatap lebih
tak lagi berharap lebih
meskipun sisa-sisa harapan itu masih ada

by : Retno Handayani
15 Oktober 2014, 11.25 AM
Lab penelitian Kimia

Senin, 25 Agustus 2014

KPM on Trip, Pari Island - Indonesia

it's a very very very very latepost again... #nepok jidak
Maaf ya blog, ternyata gue belum bisa sepenuhnya memberikan perhatian buat kamu.. -_-

Kali ini gue mau berbagi cerita seputar trip ke pulau pari bulan mei lalu bareng keluarga tercinta, siapa lagi kalau bukan KPM Family.. cieciee



Minggu, 24 Agustus 2014

"Apa Kata Orang? dan Apa yang Gue Cari?" #randomthought #CHSN

Belakangan ini gue sedikit kepikiran dengan "kata orang" yang sampe ke telinga gue.. 

Sebenernya bukan suatu masalah si, tapi entah kenapa jadi kepikiran aja tiba-tiba..

Gini-gini, gue emang hobinya jalan-jalan ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, dan belakangan ini intensitas travelling gue meningkat dan mulai merambah ke dunia pendakian.. Mulai dari yang awalnya bareng temen-temen deket sampe bareng sama orang-orang baru yang sama sekali belum gue kenal.

Senin, 21 Juli 2014

Buku-Ku (Resensi) : Winter In Tokyo by Ilana Tan

st
- Winter in Tokyo –
by Ilana Tan

Winter in Tokyo
oleh Ilana Tan
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 hlm.


Sabtu, 19 Juli 2014

Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Papandayan Part. 2 End

Minggu, 30 Mei 2014 - Pondok Seladah

Sunrise yang kesiangan.. -_-

Sunrise dari pondok seladah
Setelah gagal  menggapai puncak papandayan sabtu kemarin, kita pun gagal menikmati momen-momen sunrise di Pondok Seladah. Cuaca yang dingin akibat guyuran hujan yang cukup deras sabtu sore kemarin, membuat gue dan rombongan perempuan tak kuasa beranjak dari sleeping bag kita. Namun akhirnya kita tetep maksain bangun agar tidak ketinggalan momen sunrise, meskipun akhirnya gagal karena pas kita keluar ternyata mentari sudah terpampang cerah dengan bentuknya yang bulat sempurna. Yaa kita anggep aja itu sunrise, sunrise yang kesiangan

Jumat, 18 Juli 2014

Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Papandayan Part. I

Sekali lagi, menikmati kecantikan Indonesia dari Ketinggian

Papandayan landscape from parking area with superzoom mode,, cool, right?
Lagi-lagi latepost.. hffftt.. Maklum, profesi gue saat ini adalah sebagai mahasiswa tingkat akhir yang tengah memperjuangkan kelulusannya sesegera mungkin demi membahagiakan Ibu dan Ayah. Jadi ya kerjaan gue tiap hari tuh kalo ga makan, tidur, bengong, ke lab, makan tidur, bengong,ke lab.. Kesian ya


Minggu, 13 Juli 2014

When Everything's Gone EPIC :P

Yuhuu.. I'm back with such random posting again.. hehehe
Actually, i just getting bored with my today activities, and suddenly i thought of some funny things to do.

Yep, these pictures were taken when we have family day in Pari Island last june.
I spent my time seeing the album and found some funny pictures there, even that pictures became funnier when i made them into these gift bellow,
sorry guys, i made it all became like this, 
have fun...:p:p:p

Kamis, 26 Juni 2014

Pendakian Gunung Pangrango Part 3 END : Pesona Tersembunyi di 3019 mdpl

Minggu, 11 Mei 2014 pukul 05.30 WIB


Udara dingin pagi itu bikin kita mager buat beranjak dari tenda. Padahal jam segitu tuh momen momennya sunrise. Oia ada satu kejadian lucu dan menggelikan pas malem sebelum kita tidur. Jadi gini, malem itu, kita ciwi-ciwi udah siap pada posisi bobo di dalem sleeping bag. Pas mau memenjamkan mata tiba-tiba kita mendengar suara dari tenda sebelah, tendanya cowo-cowo yang isinya arul, eko, hafidz, ibnu, nauval. Waktu itu sepertinya mereka tengah membicarakan sesuatu. Sayup-sayup setengah ngantuk obrolannya kedengeran sampe tenda kita dan bikin kita cengengesan nahan ketawa. Gue ga akan cerita apa yang mereka obrolin, yang jelas obrolannya itu cukup menggelikan dan kita cukup tau aja.. hahaa. oke skip *******


Rabu, 25 Juni 2014

Pendakian Gunung Pangrango Part. 2 : Ketika Tak Hanya Lutut dan Kaki yang Diuji, Namun Juga Hati

10 Mei 2014 pukul 14.30 WIB - Kandang Badak

Akhirnya perjalanan yang melelahkan itupun dilanjutkan

Percabangan Gede-Pangrango
sumber : http://smantyhsp.blogspot.com
Setelah semuanya setuju untuk summit attack ke pangrango sore itu juga, kita pun langsung menuju percabangan. Di perjalanan menuju percabangan, rasanya tuh berbagai pemikiran negatif berkecamuk di kepala gue, maklum gue kan emang rada dramatis orangnya

Senin, 23 Juni 2014

Pendakian Gunung Pangrango : Awal Perjalanan Sekumpulan Orang Asing

Setelah sebelumnya merasakan pendakian pertama di Gunung Gede dan indahnya pesona Gunung Bromo, kali ini gue berkesempatan untuk menjelajah Gunung Pangrango. Gunung Pangrango dan Gede terletak di satu kawasan Taman Nasional Gede-Pangrango. Gunung ini memiliki ketinggian 3019 mdpl, tertinggi kedua di provinsi Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Terdapat tiga jalur yang umumnya dijadikan sebagai start awal pendakian yakni selabintana, putri, dan cibodas. Kawasan Gunung Gede-Pangrango merupakan salah satu destinasi pendakian yang banyak diminati oleh para pendaki sehingga diberlakukan sistem kuota, dimana jumlah maksimal pendaki yakni sebanyak 600 orang per harinya. Untuk melakukan pendakian ke gunung gede maupun pangrango diwajibkan untuk mengurus simaksi terlebih dahulu, bisa melalui sistem booking online atau datang langsung ke kantor TNGP yang terletak di Cibodas.


Pangrango mengintip di balik kabut

Selasa, 10 Juni 2014

Catatan Perjalanan Malang-Prolog : “Jakarta-Malang, Kereta Cinta itu Bernama Matarmaja”

Minggu 27 April 2014. Sinar matahari pagi mulai menerobos masuk lewat jendala. Kesibukan pun mulai terlihat di sebuah rumah di bilangan Kota Bekasi. Di sebuah kamar yang tak begitu luas seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan Kimia salah satu Universitas Negeri di Jakarta yang biasa di panggil Nono, tengah sibuk memeriksa ulang perlengkapan yang ada di tas carrier 42 L yang baru saja dibelinya. Setelah yakin kalau tak ada yang kurang dari barang bawaannya, ia pun bergegas mengambil handuk lalu mandi. Kali ini, ia menambah waktu mandinya sedikit lebih lama dari biasanya, pikirnya ia baru bisa mandi lagi esok siang karena selama lebih kurang 18 jam ke depan ia akan menghabiskan waktunya di dalam kereta “cinta” katanya.

Kamis, 30 Januari 2014

RUAT KPM UNJ, Persembahan Luar Biasa dari Adik-adik Kesayangan

Entah kenapa tiba-tiba ingin menulis tentang RUAT. 

Sekilas, RUAT merupakan singkatan dari Rapat Umum Anggota Tahunan. RUAT merupakan agenda besar tahunan Kelompok Peneliti Muda (KPM) Universitas Negeri Jakarta yang melibatkan seluruh lapisan warga KPM, baik anggota, pengurus, purna dewan, alumni, dewan penasehat dan sebagainya. Rangkaian agendanya banyak, mulai dari pembahasan AD/ART, GBHK, SOP, LPJ, demisioner kepengurusan yang telah tuntas masa jabatannya, dan yang paling ditunggu yakni pemilihan Ketua Umum untuk periode kepengurusan selanjutnya. 

Acaranya berlangsung selama 2 hari penuh. 
Rasanya? Mulai dari semangat karena mau demisioner, pusing sampai bosen saat ngebahas AD/ART, GBHK beserta kawan-kawannya, deg-degan saat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, campur aduk deh.. Namanya juga rapat, ya gitu isinya. Cape ya pasti, secara 2 hari gitu agendanya, dan per harinya acara berlangsung selama seharian penuh. 

Tapi, ada yang beda lohh di ruat tahun ini yang membuat suasana RUAT cukup mengharukan. Apakah itu?

Senin, 27 Januari 2014

Pendakian Tim 15 KPM di Gunung Gede, Part 1 – Aku Tertipu

Kisah ini terjadi sekitar 1 - 2 bulan yang lalu. 

Awalnya, wacana naik gunung ke Gunung Gede tercetus dari teman-teman P2P KPM* Universitas Negeri Jakarta yang beranggotakan Syifa, Daus, Amrul, Deny, dan saya sendiri, Retno.


 Kiri (Amrul, Firdaus, Syifa, saya, Deny)