Kisah ini terjadi sekitar 1 - 2 bulan yang lalu.
Awalnya, wacana naik gunung ke Gunung Gede tercetus dari teman-teman P2P KPM* Universitas Negeri Jakarta yang beranggotakan Syifa, Daus, Amrul, Deny, dan saya sendiri, Retno.
Rencana pendakian ini tadinya hampir batal, tapi berhubung waktu itu saya kepingin banget, akhirnya kami pun berusaha mengajak teman-teman KPM lainnya untuk join. Ternyata, banyak yang antusias untuk bergabung dalam pendakian ini.
Mengingat Gunung Gede merupakan salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi para pendaki, akhirnya waktu itu kami coba mendaftar via website dulu untuk pendakian tanggal 21 Desember 2013. Sayangnya, kuota pendaftar untuk tanggal tersebut tinggal sedikit. Saya pun cemas, takut ga dapet kuotanya. Akhirnya Deny dan Neo inisiatif untuk mendaftar langsung ke kantor TNGP yang ada di Cibodas. Saya pun hanya bisa menunggu kabar di kampus, waktu itu saya sedang praktik di laboratorium, sambil harap-harap cemas. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada sms masuk dari Deny. Segera saya baca smsnya. 1 detik, 2 detik, 3 detik… setelah itu cuma “Oh” yang keluar dari mulut saya, dan kemudian saya pun pingsan.. kelaparan. Bercanda lho ini, hehe
Semenjak kejadian itu, saya jadi demotivasi untuk ke KPM, takut diledekin sama yang lain karena ga dapet kuota pendakian ke Gunung Gede..
Hingga suatu hari, akhirnya saya pun memberanikan diri untuk ke sana. Waktu itu, saya bertemu ka Taufik dan Deny yang sedang asik melihat foto-foto perjalanan pendakian Deny saat ke Gunung Gede. Saya pun duduk di sebelahnya. Saya yang sedang berduka malah disuruh nimbrung sama mereka buat liat foto-fotonya, bilangnya mengobati duka gara-gara ga jadi ke gede. Dalem hati rasa-rasanya ingin sekali saya belah dua itu laptop sekalian orang-orangnya. Haha..
Keadaan diperparah dengan kemunculan Tia, sahabat saya ceritanya. Dia pun ikut-ikutan menjahili saya, dengan bilang ke teman-teman di KPM kalau saya dikontrakan nangis-nangis gara-gara ga jadi ke Gunung Gede.
Jujur, saat itu saya merasa menyesal karena telah mampir ke KPM, haha..
Melihat gerak-gerik mereka yang kompak banget membully saya kala itu sebenarnya membuat saya sedikit curiga.Sampai akhirnya kebenaran itu pun terungkap..
Ternyata saat itu baru saya sadari kalau mereka adalah teman-teman paling tega yang bersekongkol untuk membohongi saya. Mereka bersama-sama melakukan suatu tindak kejahatan yang sudah terencana sedemikian rupa sehingga saya, yang terlalu sibuk berlarut-larut dalam duka, begitu bodohnya tidak menyadari kejanggalan tersebut. drama ya.. haha
Oke, Kenapa saya sebut mereka sebagai pembohong berbakat?
Jadi ternyata, pada saat Deny dan Neo ke kantor TNGP, mereka dapat kuota pendakiannya. Simaksi dan tiket masuk TNGP pun sudah ada ditangan mereka. Tapi memang dasarnya mereka itu iseng dan saya terlalu polos, jadilah mereka menjahili saya. Dasar~
Tadinya mereka baru mau memberitahu saya seminggu sebelum pendakian, tapi karena mereka kasihan melihat saya yang sudah seperti kehilangan semangat hidup, akhirnya di kasih tau juga deh..
Parahnya lagi, temar kamar sekosan saya yang tidak ikut pun sudah tahu sebelumnya kalau saya sedang dibohongi. Ingin rasanya kalian ku jitak satu-satu.. :D
Anyway,
Terlepas dari semua drama di atas, saya mau mengucakan terima kasih untuk sahab-sahabat saya ini. Bener-bener, ga akan saya lupain.. :)
dan setelah kejadian tersebut saya pun menyadari kalau Tuhan telah menganugerahi kalian bakat yang luar biasa... bakat berbohong.. haha
Bismillah,
Here we go!!!
Awalnya, wacana naik gunung ke Gunung Gede tercetus dari teman-teman P2P KPM* Universitas Negeri Jakarta yang beranggotakan Syifa, Daus, Amrul, Deny, dan saya sendiri, Retno.
![]() |
Kiri (Amrul, Firdaus, Syifa, saya, Deny)
|
Rencana pendakian ini tadinya hampir batal, tapi berhubung waktu itu saya kepingin banget, akhirnya kami pun berusaha mengajak teman-teman KPM lainnya untuk join. Ternyata, banyak yang antusias untuk bergabung dalam pendakian ini.
Mengingat Gunung Gede merupakan salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi para pendaki, akhirnya waktu itu kami coba mendaftar via website dulu untuk pendakian tanggal 21 Desember 2013. Sayangnya, kuota pendaftar untuk tanggal tersebut tinggal sedikit. Saya pun cemas, takut ga dapet kuotanya. Akhirnya Deny dan Neo inisiatif untuk mendaftar langsung ke kantor TNGP yang ada di Cibodas. Saya pun hanya bisa menunggu kabar di kampus, waktu itu saya sedang praktik di laboratorium, sambil harap-harap cemas. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada sms masuk dari Deny. Segera saya baca smsnya. 1 detik, 2 detik, 3 detik… setelah itu cuma “Oh” yang keluar dari mulut saya, dan kemudian saya pun pingsan.. kelaparan. Bercanda lho ini, hehe
Semenjak kejadian itu, saya jadi demotivasi untuk ke KPM, takut diledekin sama yang lain karena ga dapet kuota pendakian ke Gunung Gede..
Hingga suatu hari, akhirnya saya pun memberanikan diri untuk ke sana. Waktu itu, saya bertemu ka Taufik dan Deny yang sedang asik melihat foto-foto perjalanan pendakian Deny saat ke Gunung Gede. Saya pun duduk di sebelahnya. Saya yang sedang berduka malah disuruh nimbrung sama mereka buat liat foto-fotonya, bilangnya mengobati duka gara-gara ga jadi ke gede. Dalem hati rasa-rasanya ingin sekali saya belah dua itu laptop sekalian orang-orangnya. Haha..
Keadaan diperparah dengan kemunculan Tia, sahabat saya ceritanya. Dia pun ikut-ikutan menjahili saya, dengan bilang ke teman-teman di KPM kalau saya dikontrakan nangis-nangis gara-gara ga jadi ke Gunung Gede.
Jujur, saat itu saya merasa menyesal karena telah mampir ke KPM, haha..
Melihat gerak-gerik mereka yang kompak banget membully saya kala itu sebenarnya membuat saya sedikit curiga.Sampai akhirnya kebenaran itu pun terungkap..
Ternyata saat itu baru saya sadari kalau mereka adalah teman-teman paling tega yang bersekongkol untuk membohongi saya. Mereka bersama-sama melakukan suatu tindak kejahatan yang sudah terencana sedemikian rupa sehingga saya, yang terlalu sibuk berlarut-larut dalam duka, begitu bodohnya tidak menyadari kejanggalan tersebut. drama ya.. haha
Oke, Kenapa saya sebut mereka sebagai pembohong berbakat?
Jadi ternyata, pada saat Deny dan Neo ke kantor TNGP, mereka dapat kuota pendakiannya. Simaksi dan tiket masuk TNGP pun sudah ada ditangan mereka. Tapi memang dasarnya mereka itu iseng dan saya terlalu polos, jadilah mereka menjahili saya. Dasar~
Tadinya mereka baru mau memberitahu saya seminggu sebelum pendakian, tapi karena mereka kasihan melihat saya yang sudah seperti kehilangan semangat hidup, akhirnya di kasih tau juga deh..
Parahnya lagi, temar kamar sekosan saya yang tidak ikut pun sudah tahu sebelumnya kalau saya sedang dibohongi. Ingin rasanya kalian ku jitak satu-satu.. :D
Anyway,
Terlepas dari semua drama di atas, saya mau mengucakan terima kasih untuk sahab-sahabat saya ini. Bener-bener, ga akan saya lupain.. :)
Bismillah,
Here we go!!!
| pemandangan gunung gede dari area parkir |
Note: *KPM = Kelompok Peneliti Muda


Tidak ada komentar:
Posting Komentar