"Climb Mountains Not So the World Can See You
But So You Can See The World"
Hujan deras di hari pertama kita ngecamp bener-bener bikin
kewalahan rombongan gue yang ada di tenda sebelah *di tenda gue sih
nyenyak-nyenyak aja sebenernya, huehehe. Pas tidur, di tengah derasnya hujan,
gue sempat mendengar suara debuman yang lumayan kenceng, tapi karna mata sudah
terlalu lelah yaa gue pun lanjut tidur. Lewat tengah malam, masih di suasana
hujan deras, sayup-sayup gue mendengar suara yang berasal dari luar tenda gue.
Entah suara siapa, yang jelas suaranya manggil-manggil orang yang ada di dalem
tenda gue gitu. Karna kita lagi lelap-lelapnya tidur waktu itu, awalnya ga ada
yang nanggepin. Tapi tu suara masih kekeuh, manggil-manggil kita “yang
di dalem ada yang bawa jas ujan gaa, pinjem dong kita kebanjiran ni di tenda
sebelah”. Tau-taunya itu suaranya punya penghuni tenda sebelah.
Akhirnya gue sama devy pun ke bangun nyariin jas ujan. Ternyata gara-gara hujan
yang teramat deras, tenda sebelah kebanjiran sob. Banjirnya parah, airnya sampe
bisa diciduk di dalem tenda katanya, sampe-sampe sendal gunung temen gue yang
baru dibeli anyut ga ketemu, sebelah doang lagi. Ckck.. kesian ya mereka.
Akibat kondisi tenda yang tak layak huni, carrier-carrier
mereka pun ditampung di vestibule tenda yang gue tempatin. Udah gitu mereka
ngedrop dua orang pengungsi kedinginan kelas berat, mandella sama ikhwan.
Bayangkan, kita pun harus melanjutkan malam dengan kondisi tenda yang idealnya
menampung 4-5 orang, tapi karna darurat tendanya jadi diisi sama 7 orang,
dimana 2 orangnya merupakan kelas berat plus 9 carrier. Luar biasa bukan?