Udara dingin pagi itu bikin kita mager buat beranjak dari tenda. Padahal jam segitu tuh momen momennya sunrise. Oia ada satu kejadian lucu dan menggelikan pas malem sebelum kita tidur. Jadi gini, malem itu, kita ciwi-ciwi udah siap pada posisi bobo di dalem sleeping bag. Pas mau memenjamkan mata tiba-tiba kita mendengar suara dari tenda sebelah, tendanya cowo-cowo yang isinya arul, eko, hafidz, ibnu, nauval. Waktu itu sepertinya mereka tengah membicarakan sesuatu. Sayup-sayup setengah ngantuk obrolannya kedengeran sampe tenda kita dan bikin kita cengengesan nahan ketawa. Gue ga akan cerita apa yang mereka obrolin, yang jelas obrolannya itu cukup menggelikan dan kita cukup tau aja.. hahaa. oke skip *******
Kamis, 26 Juni 2014
Pendakian Gunung Pangrango Part 3 END : Pesona Tersembunyi di 3019 mdpl
Minggu, 11 Mei 2014 pukul 05.30 WIB
Rabu, 25 Juni 2014
Pendakian Gunung Pangrango Part. 2 : Ketika Tak Hanya Lutut dan Kaki yang Diuji, Namun Juga Hati
10 Mei 2014 pukul 14.30 WIB - Kandang Badak
Akhirnya perjalanan yang melelahkan itupun dilanjutkan
| Percabangan Gede-Pangrango sumber : http://smantyhsp.blogspot.com |
Senin, 23 Juni 2014
Pendakian Gunung Pangrango : Awal Perjalanan Sekumpulan Orang Asing
Setelah
sebelumnya merasakan pendakian pertama di Gunung Gede dan indahnya pesona Gunung
Bromo, kali ini gue berkesempatan untuk menjelajah Gunung Pangrango. Gunung Pangrango dan Gede terletak di satu kawasan Taman Nasional
Gede-Pangrango. Gunung ini memiliki ketinggian 3019 mdpl, tertinggi kedua di
provinsi Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Terdapat tiga jalur yang umumnya
dijadikan sebagai start awal pendakian yakni selabintana, putri, dan cibodas. Kawasan
Gunung Gede-Pangrango merupakan salah satu destinasi pendakian yang banyak
diminati oleh para pendaki sehingga diberlakukan sistem kuota, dimana jumlah
maksimal pendaki yakni sebanyak 600 orang per harinya. Untuk melakukan
pendakian ke gunung gede maupun pangrango diwajibkan untuk mengurus simaksi
terlebih dahulu, bisa melalui sistem booking online atau datang langsung ke
kantor TNGP yang terletak di Cibodas.
Pangrango mengintip di balik kabut
|
Selasa, 10 Juni 2014
Catatan Perjalanan Malang-Prolog : “Jakarta-Malang, Kereta Cinta itu Bernama Matarmaja”
Minggu 27 April 2014. Sinar matahari pagi mulai menerobos masuk lewat jendala. Kesibukan pun mulai terlihat di sebuah rumah di bilangan Kota Bekasi. Di sebuah kamar yang tak begitu luas seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan Kimia salah satu Universitas Negeri di Jakarta yang biasa di panggil Nono, tengah sibuk memeriksa ulang perlengkapan yang ada di tas carrier 42 L yang baru saja dibelinya. Setelah yakin kalau tak ada yang kurang dari barang bawaannya, ia pun bergegas mengambil handuk lalu mandi. Kali ini, ia menambah waktu mandinya sedikit lebih lama dari biasanya, pikirnya ia baru bisa mandi lagi esok siang karena selama lebih kurang 18 jam ke depan ia akan menghabiskan waktunya di dalam kereta “cinta” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)