Rabu, 22 Oktober 2014

Curhatan Pendakian Gunung Ciremai - Pendakian Tergalau..

Setelah melalui perjalanan panjang yang mendebarkan, akhirnya kita pun sampai di Kuningan, tepatnya di desa Mandirancan. Selama di kuningan kita dapet tempat bernaung gratisan, rumahnya Deny. Dateng-dateng pun udah di sambut sama sambel goreng kentang, opor *kalo ga salah*, dan tahu goreng. Yap, disinilah awal pertemuan gue dengan si Tahu goreng kuningan itu. Rasa tahu kuningan inilah yang kemudian menyisakan berjuta-juta kerinduan ketika gue angkat kaki dari kuningan. Haha, salah fokus.. 
Back to the topic, akhirnya kita pun stay dulu satu malam di sana sebelum memulai Pendakian ke Gunung Ciremai esok harinya.


“Li, treknya jelas kan ya.”
“Ya, lumayan si jelas, kenapa ka?”
“Udah li, lo duluan aja. Gue biar dibelakang sama Ojay gapapa. Nanti ketemuan di pos selanjutnya aja.”
“Engga ka, Ali emang di belakang.”
“Tapi gue ga enak Li, ketinggalan jauh banget sama yang lain.”
“Udah ka, santai aja. Nanti jalannya pelan-pelan aja sambil di atur napasnya.”

Selasa, 5 Agustus 2014
Paginya kita masih nungguin Ojay sama Adi dulu yang berangkat dari Cirebon. Sambil menunggu kedatangan mereka, kita gantian mandi trus repacking. Setelah Ojay dan Adi tiba, kita pun sarapan dulu. Ga ketinggalan, ada si Tahu kuningan pastinya.. hhehe,,

Kiri : Moan, Gue (nono), Adi, Ojay, Devy, Deny, Abu, Ali