Senin, 21 Juli 2014

Buku-Ku (Resensi) : Winter In Tokyo by Ilana Tan

st
- Winter in Tokyo –
by Ilana Tan

Winter in Tokyo
oleh Ilana Tan
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 hlm.



Sinopsis buku :

Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru yang berbeda. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan.
Perlahan-lahan – mungkin sejak malam natal itu – aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.

- Keiko tentang Kazuto


Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Saat ini dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.

- Kazuto tentang Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya…

Sedikit spoiler dari gue :

Novel ini mengambil latar belakang Negeri Sakura, Jepang. Meskipun begitu kental dengan suasana Jepang, tokoh utama wanita dalam cerita ini, Ishida Keiko, ternyata wanita berdarah campuran Jepang – Indonesia. Keiko sehari-harinya bekerja di sebuah perpustakaan. Ia tinggal di apartemen –yang bisa dibilang sederhana- dibilangan kota Tokyo. Keiko mendapat tetangga baru –yang cukup misterius- menempati apartemen nomor 202 persis terletak di seberang apartemennya. Penghuni baru misterius tersebut akhirnya diketahui sebagai Nishimura Kazuto, seorang fotografer berdarah Jepang yang lama tinggal di Amerika. Kazuto akhirnya memutuskan kembali ke Jepang untuk melupakan kenyataan pahit yang diterimanya saat tinggal di Amerika.

Pertemuan Keiko dan Kazuto berawal dari sebuah insiden yang lucu akibat rasa penasaran dan khawatir Keiko terhadap Kazuto. Pertemuan-pertemuan mereka pun berlanjut hingga akhirnya kazuto menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Keiko meskipun ia masih sedikit ragu dengan perasaannya dan harus sedikit menelan pil pahit saat ia mengetahu bahwa Keiko akhirnya bertemu dengan cinta pertamanya. Namun akhirnya, seseorang menyadari bahwa Keiko salah mengenali cinta pertamanya.

Ketika Kazuto merasa yakin dengan perasaannya, ia pun mencoba supaya Keiko benar-benar bisa melihatnya. Saat secercah harapan itu muncul, tiba-tiba hal buruk menimpa salah satu dari mereka hingga menyebabkan orang itu kehilangan ingatannya tentang hal yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk ingatan-ingatan berharga mengenai orang penting yang telah mengisi hari-harinya selama sebulan terakhir ini. Akankah ingatannya kembali? Akankah cinta Kazuto berbalas? Lalu, siapa “cinta pertama” Keiko yang sebenarnya?

***
Winter ini Tokyo merupakan novel ketiga dalam seri novel “Four Season” karangan seorang penulis Indonesia, Ilana Tan. Ceritanya sendiri termasuk kategori ringan untuk dibaca. Tema yang diangkat tentang cinta dengan latar belakang yang bisa dibilang terlalu biasa sebenarnya, tokoh utama yang pertama masih terjebak dengan cinta pertamanya, sedangkan tokoh yang satunya justru tengah mencoba untuk melupakan cintanya, pergi ke tempat yang jauh, dan akhirnya menemukan cinta yang baru namun belum sempat mendapat jawaban atas cinta barunya, ia mengalami insiden yang malah membuatnya amnesia. Konfliknya pun masih kurang greget dengan alur cerita yang mudah di tebak. Meskipun begitu, cerita di novel ini tetap dapat dikategorikan bagus karena penulis mampu membawakan cerita dengan apik sehingga tidak membosankan untuk di baca. Oia, gue sukaa sama covernya. Warnanya manis trus romantis gimana gituu kesannya.. hhe

salah satu bagian favorit gue
Satu lagi, menurut gue novel-novel karangan Ilana Tan punya kharismanya tersendiri sehingga ga heran kalo novel-novelnya masuk ke jajaran best-seller di toko buku yang sering gue kunjungin. Worth to read deh pokonya.. dan Kalo di suruh ngasih rating buatWinter in Tokyo, hmm menurut gue 7.5 of 10 lah yaa..

Happy reading. Have a great journey with your books :D

NOTE:
Ini merupakan kali pertamanya gue membuat postingan tentang resensi buku yang pernah gue baca. Kenapa tiba-tiba gue ngeresensi buku? Entah.. Yang jelas gue tengah mencoba memberikan warna baru di blog gue. Gue ga selamanya dapat mengandalkan jurnal tentang kegiatan travelling gue karna gue ga mungkin bisa sering-sering travelling melihat kondisi waktu dan keuangan gue,, hihi.. Kesian dong blog gue, bakal kudet kalo gitu..

Ditengah kebimbangan gue dikamar, ga sengaja mata-mata gue tertuju pada tumpukan buku-buku koleksi gue yang belum seberapa banyak itu. Gue pun mikir, kesian juga ni para buku kalo gue diemin aja abis di baca. Akhirnya terbesit ide di otak gue untuk membuat resensi buku, trus hasilnya gue posting di blog. Sungguh akan tercipta suatu simbiosis mutualisme bukan? Blog gue ga sepi tulisan, buku-buku koleksi gue pun bisa nampang di medsos.. haha

Tapi ternyata eh ternyata, ngeresensi buku itu ga semudah yang gue kira, dan hasilnya.. begini lah, resensi buku yang pertama kali gue buat.. dan gue masih harus banyak belajar sepertinya.. 

Nah untuk itu, siapapun yang sengaja atau ga sengaja (kesasar misalnya) trus baca postingan gue ini atau postingan yang lain, mohon sedikit saja menyempatkan waktu untuk memberikan sarannya. Terima kasih… :D



1 komentar:

  1. kmen q... salam kenal aza yahhh.. q anak baru sekedar niggalkan salam z.... heee

    BalasHapus